Kamis, 18 Maret 2010
Sahabat Sejati
Malam yg panjang.....
membawa kabut gunung turun ke bumi
sepoi angin...
menerpanya kpd semua . Dingin, beku 'n basah...
("seiring waktu yg terus berlalu, sperti detak jantung yg tak prnah berhenti")
Pagi mnyambut datangnya siang hari ,
Tanah, rumput 'n ilalang basah disinar mentari .
("dan perlahan tapi pasti") tetes-tetes embun yg dicipta
sepoi angin dari kabut-kabut gunung bangkit dari tidur nyenyaknya .
Hari ini , ia begitu bahagia , hingga kesejukanpun terpancar di wajahnya .
Ia menari bersama sepoi angin kembali . ("ahh... angin, ia memang sahabat sejati")
Ia menari..di atas tanah,.di sela rumput,.diantara ilalang 'n ia pun akan semakin meninggi ,.
("tapi percayalah")
Bersama sahabat sejatinya ia akan kembali lagi,
nanti..........
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar